Senin, 10 Januari 2011

My Angel I Miss U


Autor                    : Fairies
Main cast             : Deasy Agusti Kartika Sari SM member a.k.a Yoon Eunchae
                             Choi Minho SHINee
Suport cast          : Jonghyun SHINee and Key SHINee

Gendre               : Fantasi Romance

Annyeong!!!! #teriak pake towa masjid

Shining charisma datang lagi, kali ini gara2 aku suka bgt ma MV SM The Ballad n adik IparQ Eunchae minta di pairing sama minho so jadi lah FF ini....,

Happy reading

EITH!!!! Tunggu dulu,, jangan pada jadi SILENT READER yach.. bikin author ngga semangat berkarya. So RCL sangat apa wajib bagi yang kena tag ^^
Gumawo m(_ _)m bow 900



Minho pov
09.00 SKT (South Korea Time)
“Hmm...., ok bajuku sudah rapi” kataku sambil berkaca dan mendengarkan boomboxku yang memutar lagu kesukaanku

Hot time naega neoreul nunddeul ttae
All my life ojik neoman gajyeodo dwae
Nal heundeulgo shiyeon jweodo
Injeonghal subakke eopneungeol
Neon hanappunin nae saram

TRIIIIIING TRIIIIIGGGGG!!!!!!!!
09.35 SKT(South Korea Time)

“Ow baru jam 09.35, santai masih banyak waktu, rapikan penampilan, sarapan baru aku berangkat kerja” kataku sambil melihat diriku didalam cermin.

Wuuuuusssssssssssh.

“Ya!!! Berkas-berkasku! Anginnya besar sekali” kataku sambil memungut berkas-berkasku yang berserakan di lantai.

Nareul mukko gadoon.damyeon sarangdo mukkin chae
Miraedo mukkin chae keojil su eopneunde
Ja.yurop.gae biweo.nohgo barabwa
Ojik neoman chae.ulgae neoman gadeuk chae.ulgae

“Aish, siapa lagi yang telepon?” kataku kesal mengambil telpon genggam di saku celanaku. “Yeboseyo?”
“Minho ah, bisa segera tiba di kantor?” kata seseorang di seberang sana. “Iya sebentar lagi aku berangkat” kataku. Aku merapikan semua berkas-berkasku dan kumasukkan ke dalam tasku.

*terjadi gempa kecil*

“Ommo ommo, ada apa ini? Ko tiba-tiba ada gempa”

DUAR!!!WUZZZ

“Hah batu meteor? Besar sekali, foto-foto” aku kemudian lari mengambil kameraku. Setelat aku berhasil mengambil gambar meteor itu aku segera berangkat menuju kantorku. “Ramai sekali? Kenapa banyak polisi dan ambulan?”
“Ahjussi ada apa ini?” tanyaku pada seorang ahjusi yang juga sedang memperhatikan kejanggalan di pagi ini. “entah lah nak, katanya ada meteor jatuh” jawab ahjussi itu. “Oo.., mari saya duluan” kataku sambil meminggalkan ahjusi itu dan terus berjalan menuju halte bis. “Na na na na na” aku berjalan sambil bersenandung. Aku terus berjalan sambil melihat kesekelilingku. Dan tiba-tiba aku berhenti. Ada seorang yeoja di lorong sana. Siapa yeoja itu? Aku dekati jangan ya? Hmmm ok dekati saja. “Mianhae. Sedang apa kau?”
Minho pov end

Eunchae pov
“Mianhae. Sedang apa kau?” kata namja itu mendekati aku, dan aku berusaha menjauhinya. “Tenanglah jangan takut padaku” katanya mengangkat tangannyanya dan mendekatiku. “Si.. s.. siapa kau?” tanyaku padanya, “aku? Joneun Choi Minho imnida, tenang nona kau jangan takut aku tak akan menyakitimu”
“Shuuutttt, jangan berisik, nanti mereka bisa menemukan aku”
“Nugu?”
“Orang-orang berjubah putih”
“Siapa mereka, apa mereka jahat padamu?” dia menyentuh bahuku yang terluka
“Ya~~~ sakit”
“Ah! Mianhae, aku tak tahu kau terluka, ikutlah denganku aku akan mengobati lukamu”
“Ah.. tapi?”
“Jangan takut nona, aku tak akan menyakitimu yakso”
“Hmm, baiklah” kataku sambil mencoba berdiri
“Ah~~” aku tak kuasa untuk menopang diriku sendiri. “Mianhae aku gendong yach? Sepertinya kau susah untuk berdiri, apa lagi berjalan”, aku hanya mngangguk dan diapun mengangangkatku. “Hmm, tadi kau sudah tahu siapa aku, rasanya tidak adil jika aku tak tahu siapa kau. Siapa namamu?” katanya sambil menggendongku. “Eunchae, Yoon Eunchae”.

@Apartemen Minho
“Kau tinggal di sini??” tanyaku sambil memperhatikan sisi ruangan apartemennya. “Ne, waeyo?”
“Anio, tempat yang bagus” kataku sambil tersenyum. “hehehehehhe gumawo Eunchae ah, hmm duduklah disini aku akan mencari kotak obat” katanya sambil meletakkan (?) aku ranjangnya. Sepertinya Minho orang yang baik. Ah sakitnya luka ini, aku butuh tenaga untuk memulihkannya. Sebaiknya aku berbaring sejenak sambil menunggu Minho datang.
Eunchae pov end

Minho pov
“Kotak P3K, aduh dimana ya aku taro kotak itu” aku mengobrak abrik isi dapurku. “Aha! Ini dia, hmm sebaiknya cepat-cepat bersihkan lukanya”. #Minho lupa ke kantor
Aku kembali ke kamar dengan membawa kotak P3K untuk mengobati lukanya. Ah~~ dia tertidur sepertinya dia sangat kelelahan. Aku mendekatinya dan duduk disampingnya. “Hmm, cantiknya gadis ini,” aku ingin membelai rambutnya tapi..., ah gak apa apa pelan-pelan. Ya~~ Tuhan rambut hitamnya lembut sekali. “Ah~~” aduh dia terbangun, tapi rambutnya lembut sekali, aku membelai rambutnya kembali. “Hmm, Minho ssi?” aku langsung menarik tanganku dari kepalanya, “mian, aku membangunkan mu ”
“Anio~~ maaf aku tertidur di ranjangmu”
“Gwanchanayo, sini aku obati lukamu, berbaliklah”
“Hmm”. YA~~ lukanya lebar sekali, dengan hati-hati aku mengobati luka itu, bagaimana bisa dia mendapat luka separah ini? “Eunchae ah, jika sakit tahan yach, lukamu harus ku obati”
“Ne, Gumawo Minho ssi”
“Ya~~ Minho saja okeh?”. Aku melihat dia meringis menahan rasa sakit dari lukanya. “Aw! Sakit, Minho pelan-pelan”
“Ya~~ tahan dikit lukamu dalam sekali, kalau tidak diobati bisa infeksi ini” aku masih tetap membersihkan lukanya dan sekarang memberinya obat pada lukanya. “yupz selesai, nah Eunchae sekarang kau istirahatlah” kataku sambil membereskan isi dalam kotak P3K ku. “Minho ah, gumawo, jeongmal gumawoyo”
“Ne cheonmaneyo yeppeo ^^ sudah istirahatlah” kataku sambil membaringkan dia di ranjangku. “Minho ah, jika aku tidur disini lantas bagaimana denganmu?”
“Masih ada sofa, sudah kau tidur saja, annyeong jumuseyo Eunchae” kataku sambil meninggalkan kamarku.

Nareul mukko gadoon.damyeon sarangdo mukkin chae
Miraedo mukkin chae keojil su eopneunde
Ja.yurop.gae biweo.nohgo barabwa
Ojik neoman chae.ulgae neoman gadeuk chae.ulgae

“Ya~~~ siapa lagi yang telepon ”
“Yeboseyo?”
“YA!!!! Minho ah! Babo kau!” aku menjauhkan teleponku dari kupingku. “Aduh babo, aku lupa hari ini aku ada rapat”.
“Ya~~ hyung mianhae”
“Mianhae dari mana? Gara-gara kau kita gagal dapat proyek itu tahu!”
“Ya! Hyung aku tak bermaksud, tadi ada kecelakaan” kataku berbohong, dari pada kena marah bosQ yang bagaikan macan ini. “Wew? Kau kenapa Minho? Kecelakaan dimana?” tanyanya, “anio, bukan aku, tapi keluargaku dia ditabrak truk, jadi aku bawa ke rumah sakit, mian hyung tadi aku lupa mengabarimu, tapi tenang saja besok aku ngga akan telat. Besok kita jadi kan meliput tentang konser itu?”
“Iya jadi, ya sudah, istirahatlah kau, awas kalau kau tak tadang, alamat kau Minho!”
Minho pov end

@kamar minho
“Dia memang orang yang baik ^^, andai dia tahu, tanpa obat-obat tadi luka ini juga dapat aku sembuhkan, aku hanya butuh sedikit tenaga saja. Tapi cairan tadi membuat perih luka ku ini” Sambil menarik nafas panjang luka di punggung Eunchae sudah sembuh total. ‘’Hmm, sebaiknya aku tidur untuk memulihkan tenagaku lagi” katanya sambil merebahkan diri ke kasur Minho yang sangat nyaman.

Eunchae pov
Aku bangun lebih awal, kulihat Minho masih tertidur lelap di sofa itu, hmm sebaiknya aku buatkan dia sarapan saja. “Yah..., apa yang bisa dimasak? Tidak ada bahan makanan, hanya mie instan, kornet dan telor? Hmm terpaksa aku gunakan keahlianku” dengan sekali tunjuk semua makanan sudah tersedia di meja makan, “semoga Minho menyukainya. Biar aku bereskan ruangan ini”
“EUNCHAE! EUNCHAE!! Dimana kau” sepertinya minho mencariku, “ya!! Minho ah aku disini” kulihat dia berlari menuju sumber suara ku. “Apa yang sed...” kata-katanya terhenti saat melihat hidangan di meja makan. “Eunchae, ini semua??”
“Semoga kau suka Minho”
“Ah, gumawo tapi dari mana semua ini?” tanyasa sambil melihat makanan yang ada di meja makan. “Sudah makan saja, yang pasti aku tidak mencurinya”.
“Hmm..., Eunchae aku harus ke kantor nanti kau jangan keluar dari apartemen yach, tunggu aku pulang dari kantor, arraso??”
“Ne~~ Minho ah ^^”
Eunchae pov end

@Dreamland (kebayang RDD)
“Cari Eunchae!!!!!” teriak seseorang bersayap abu-abu. “Yang mulia kami mendapat kabar, dia ada di sebuat planet bernama bumi, sebuah planet yang berwarna biru” kata seorang namja. “benar yang mulia, tapi kami belum yakin dengan hal itu” jawab namja yang satu lagi. “Hmm.., selidiki cepat dan bawa dia pulang!!!”
“Baik yang mulia!!!”

Author pov
“Sebaiknya segera kita ke planet itu Key ah” kata seorang namja berbaju putih. “Ya, kau benar Jong, segera kita ke planet itu dan mencari dimana putri Eunchae dan membawanya kembali ke Dreamland” jawab namja yang juga berbaju putih.
Kedua pengawal raja dreamland itu segera menuju planet bumi untuk mencari Eunchae.

@Bumi
“Planet yang sama sekali berbeda dengan tempat tinggal kita ya Jong?”
“Hmm.., lantas kita mulai dari mana kita mencari putri Eunchae?”
“Kita letusuri saja daerah ini terlebih dulu”
Key dan Jonghyun menelusuri penjuru Seoul mencari  dimana Eunchae berada. “Aish~~ sebal aku ini tak ada jejak sama sekali” kata Key yang sudah patah semangat mencari dimana Eunchae berada. “Ya~~ sabar Key, belum dua hari kita mencari nya, planet ini besar sekali babo”
“YA!! Jonghyun ah~~, sial kau mengatai ku babo!”
“Aduh Key, bertengkarnya nanti saja, yang penting bawa pulang Eunchae dulu”
“Ya lah~~~”
Mereka  terus mencari keberadaan Eunchae. “Jonghyun ah~~ palli!! Ini...?” kata Key menunjukkan sebuah bulu berwarna putih yang bernoda darah pada Jonghyun. ”Hmm..., milik Eunchae aku rasa”
“Kau yakin?”
“Ya,Key ini miliknya. Berarti Eunchae tak terlalu jauh dari sini.”
“Yakin Jong?”
“Yakin dah sumpah yuk ah cari lagi”

Minho pov
Minggu yang cerah. “Eunchae ah~~ kita jalan-jalan yuk?” ajak ku padanya. “Kemana?”
“Pastinya ketempat yang menyenangkan,”
“Aku tak tau tempat yanag menyenangkan disini” jawabnya sambil garuk2 kepala. Aish~~ dari mana sebenarnya gadis ini? “Kita ke Everland aja yuk??” #saran tokoh utama
“Everland???” jawabnya dengan wajah kebingunan. “Iya, kenapa? Kamu nggak suka?”
“Anio..., tempat seperti apa itu??”
“Hah?? Kamu nggak tau Everland Eunchae??” haduh hidup dimana yeoja ini??
“Sudah ikut aja, ntar juga tau”

@Everland
“HUA~~~ tempatnya bagus sekali Minho” dia terlihat seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak ke taman bermain,dia berputar-putar dan berlari-lari kecil “kau suka Eunchae??”
“Iya~~” senyumnya indah sekali. “Eunchae, kita kesana yuk..., banyak permainan seru disana??”
“He eh..., ayo, aku mau naik semuanya,, ayo Minho palli” katanya sambil menarik tanganku. Baru kali ini ku lihat Eunchae seriang ini, lucu, ^^

Hampir semua permainan kami naiki, terlihat wajah Eunchae yang sangat gembira sepertinya dia tak merasa lelah sama sekali =.=
“Hmm..., Eunchae, kau tak merasa lelah?” tanyaku padanya. “Anio..., waeyo Minho? Kau lelah ya? Tapi aku mau ke sana?” katanya sambul menunjuk-nunjuk tempat yang banyak binatangnya sambil menarik tanganku manja. “Iya..., nanti kita kesana, tapi sekarang kita makan dulu yach?” rayuku padanya (kaya ngerayu dedek kecil ^^V). “Anio~~~~ aku mau sekarang Minho ah!! Baru kali ini aku tempat sebagus ini.”
“Hah? Baru kali ini? Kemana aja kau Eunchae”
“Ahh..., pokonya ayo kesana dulu, baru kita makan, ya Minho ya ya ya,, ganteng dech”
“Andwae!!! Makan dulu baru kesana, klo nggak makan kita ngga kesana. Arasso??”
Minho pov end

Eunchae pov
Ih...., sebel sebel sebeeeellll~~~! Kenapa sich namja ini? Aku kan mau kesana, batinku sambil manyun. “Eunchae ah~~ ayo palli, kita makan dulu”
“Ne...,” jawabku lemas, dan berjalan menghampirinya. “Aduh yeoja satu ini lelet banget sich!” dia menarikku hampir saja aku terjatuh. “YA!!!! Minho ah, mau jatuh ini, sakit tanganku”
“Ah.., mianhae Eunchae, aku kasar yach? Maaf yach” katanya mengelus pipiku #ya! Minho nakal!!
“Sini berikan tanganmu, biar aku gandeng, aku nggak mau repot mencarimu disini banyak orang.”
“Iya” jawabku sambil mengulurkan tanganku. Kenapa ini,, jantungku jadi berdetak kencang saat Minho memegang tanganku? Makanan disini lumayan juga, minho memesankan aku chees burger dan minuman soda rasa strawberi (fanta merah), sedangkan dia sendiri memesan big burger untuk dirinya sendiri. Sebenarnya aku tak merasakan apa yang mereka katakan rasa lapar itu, tapi aku tau Minho pasti lapar. Jadi aku makan saja makanan ini. “Hmm enak kan Eunchae?”
“Ne~~ masita” biasa aja rasanya sebenarnya. “hahahahhhahaha” Minho tertawa padaku
“YA~~! Kenapa kau tertawa”
“Pelan-pelan Eunchae makannya, belepotan gini” kata Minho dan tangannya mengusap saus di samping bibiku. “Cantik sekali hari ini?” aduh ngomong apa anak ini, kata-katanya membuat jantungku berdebar. “Mwo? Ada yang salah Eunchae?” tanya heran. “A... anio.. anio Minho, ayo cepat makan, aku  mau ketempat yang banyak binatanya itu”
“Iya iya, sabar bentar lagi juga burgerku habis, habiskan juga punyamu.” Selesai makan siang kami pergi menuju Zoo Topia, banyak sekali binatang disana,, kami berjalan berkeliling, melihat hewan yang lucu-lucu. Minho terus menggenggam tanganku, dan ini membuatku sesak. “Eunchae, kau baik-baik saja kan? ” tanyanya tiba-tiba. “Ya? Aku baik baik saja, kenapa Minho?”
“Ah.., anio kau diam saja dari tadi, padahal awal tadi kau cerewet sekali” ngga tau aja, dari tadi aku deg degan gara2 kamu memegang tangan aku erat. “YA~~ Eunchae, yakin kau tak apa-apa? Mukamu memerah?“ katanya sambil memegang pipiku dan menatap mataku. Aduh aduh Minho please jangan menatapku seperti ini aku bisa.... bisa..... semuanya gelap.
Eunchae pov end

Minho pov
“Eunchae ah~~!! Aduh anak ini pake pingsan segala, kenapa dia?” Apa yang harus aku lakukan? Apa dia sakit? Aku membawanya kepinggir dan mencipratinya (?) dengan air.

10menit kemudian
“Eunchae ah~~ kau sudah sadar?? Kau ngga apa-apa kan?” tanyaku panik. “Minho dimana aku?”
“Masih di Everland lah.., kau ini kenapa?”
“Anio..., aku mau pulang aja” (boong bilang aja gara2 diliatin Minho ^^V)
“Ya udah kita pulang sekarang yach...,”
Hari semakin sore, kami memutuskan pulang, dari tempat stasiun bis ke apartemenku kami berjalan kaki, senja begitu indahnya langit berwarna jingja. “Indah ya langitnya” tanyaku tiba-tiba. “Hemm..., kau suka senja Minho?”
“Ne~~ aku suka sekali senja, hangat rasanya”
“Iya kau benar minho” sekarang dia yg mengeratkan genggamannya.

@apartemen
“Sudah sampai, sebaiknya kamu cepat istirahaat Eunchae”
“Ne Minho, hmm gumawo buat hari ini”
“Cheonmaneyo Eunchae, cepat tidur sana” kataku sambil mendorong lembut dia ke arah kamarku. “Hmm Minho, maaf merepotkanmu selama ini. Jika semua aman bagiku aku akan segera pulang”
“Aman?? Maksudmu?”
“Mereka orang-orang berjubah putih itu”
“Ow sudah lah. Sana tidur”. Jujur aku tak ingin dia pergi, lebih baik orang-orang itu terus mengejarnya agar aku bisa melindungi terus, tapi sebenarnya siapa Eunchae itu, kenapa juga dia dikejar-kejar oleh orang-orang berbaju putih itu?
Minho pov

“Sepertinya kita sudah dekat dengan keberadaan Eunchae”
“Anio..., nggak yakin Key, Cuma bulu dari sayap Eunchae yang kita punya sebagai petunjuk”
“hmm..., terus cari Jonghyun terus cari, klo nggak yang mulai bisa bunuh kita”
“YA~~~! Key jangan mengingatkanku akan hal itu, putri satu ini merepotkan saja,, pake acara kabur...”
“Sudah lah Jonghyun kita cari saja”

Minho pov
Mumpung libur beres-beres apartemen aja dech, aku berjalan menuju kamarku, ku lihat Eunchae masih tertidur pulas. Saat tidur saja seperti malaikat. “Saranghae Eunchae” kataku berbisik ^^. Semua sudah beres, nyapu udah, ngepel udah, hmm..., apa lagi yach? Sepertinya sudah semua. “Huft lelahnya, eh~~ Eunchae ko belum bangun ya? Hmm...., mungkin dia terlalu lelah kemarin jalan-jalan seharian” kataku sambil menjatuhka badanku ke sofa.
“HOOOAAAMMM~~~ eum..., hah terang amat? Aduh udah siang? Minho pasti sudah bangun, atau mungkin sudah pergi” Eunchae terbangun dan langsung lari keluar kamar. Diruang tamu dia melihat seorang namja sedang tertidur di sofa “hmm... Kau seperti anak kecil saat ter tidur ^^” katanya sambil membelai rambut Minho, “rapi sekali apartemen ini? Pantas saja dia kelelahan, baboya namja kenapa nggak bangunkan aku” Eunchae bicara sendiri. “Na nana na na na na na na.....” ku dengan seorang yeoja menyayi riang, suara siapa itu, aku malas membuka mataku. Tapi harus kupaksakan. Akhirnya ku buka mataku, “Eunchae ah~~ apa yang kau lakukan?” kataku sambil masing ngucek-ngucek mata. “Eh Minho ah~~ sudah bangun? Hehehehehe, kau terbangun ya? mianhae”
“Ah..., tidak emang aku dah mau bangun kok” (boong)
“Ya~~ kenapa semua lampu kau nyalakan??”
“Biarin, biar terang, aku suka terang” dia menyalakan semua lampu yang ada di apartemenku sambil menari mari.
“Hmm.., Eunchae ah~~ kau terlihat senang sekali?” kataku heran, baru kali ini aku melihatnya menari-nari kecil. “Hehehehehe..., anio nggak kenapa-kenapa”
“Huh dasar~~~” kataku mengejarnya, akhirnya jadi maen kejar-kejaran di apartemen. =.=
“Minho~~ lapar...,” kata Eunchae tiba-tiba. “Heh?? Aish..., ya iya lah lapar dari tadi kau belum makan”
“He eh...,”
“Wah tumben kamu bilang lapar. Makan apa ya?”
“Apa aja lah,, tapi aku yang masak yach?”
“Ketagihan masak ya? Hehehehehe. Hmmm kita bakar ikan aja yu di balkon, mau?”
“Iya mau mau, bisa liat bintang”
“Iya, ya sudah aku siapkan dulu yach”
Minho pov end

Eunchae pov @balkon apartemen Minho
 “Eunchae, ini ikannya, aku siapkan arangnya dulu yach ”
“He eh, hmm Minho  ini ikan digimanain?” kataku bingun sambil membolak balik ikan mati ini. “Haduh...., di lumuri sama bumbu yang ada di toples itu,”
“Ooo..., hehehehehehe ne arraso”.aku pun melumuri ikan mati itu dengan bumbu sesuai dengan yang diajarkan minho kepadaku. Sedangkan dia menyiapkan panggangannya. Panggangan sudah siap, sekarang kami memanggang ikan itu, suasanya begitu romantis Minho menyalakan boomboxnya dan alunan musik klasik terdengar dangan merdu diterangi sinar bintang yang sangat terang. “Minho, itu di pipi mu”
“Apa??” dia mengusap-usap pipinya. “Bukan di situ...., tapi ini, hitam semua terkena batu itu” aku membersihkan pipinya. Tiba-tiba dia memegang tanganku. “Mau berdansa dengan ku?”
“Apa? Dansa? Tapi..., tapi aku tidak bisa berdansa Minho.”
“Tenang aku kan bisa mengajari mu” Minho menuntunku dan kami pun mulai berdansa, dia meletakkan tanganku ke bahunya dan tangannya di letakkannya di pinggangku. Kami berderak ke kanan dan ke kiri mengikutin aluan musik dan diterangi cahaya bintang. “Kau berbohong Eunchae~~” kata Minho sambil tersenyum, “eh~~ bohong apa?” kami masih tetap berdansa. “Kau pintar berdansa, tadi kau bialng kau tak bisa berdansa”
“Anio~~ aku hanya mengikuti  gerakanmu saja” semakin lama pelukan Minho semakin membuatku sesak. “Ah~~ aduh Minho.. nggak bisa nafas” kataku berusaha lepas dari pelukan Minho. “Ow..., mianhae” dia melepaskan pelukannya. Minho terus menatapku, tangannya mengangkat daguku, “YA~~ Minho ah.., jangan menatapku seperti itu” aku merasakan mukaku memerah sekarang. “Eunchae~~”
“Ne?”
“Aku nggak mungkin menutupinya lagi, tapi..., sepertinya aku benar-benar menyukaimu”
“Mwo?”
“Ne Eunchae ah,”
“Maksudmu apa Minho? Aku nggak ngerti.”
“Haduh...., dengar baik-baik Yoon Eunchae saranghae be my girl please” katanya memohon padaku. Aku terdiam sesaat, aku tak tau harus menjawab apa, Minho tak tau siapa aku, tapi...., aku juga mencintainya. “Eunchae, waeyo? Apa aku melakukan kesalahan? Atau..., kau tersinggung atas pengakuanku?” dia memegang bahuku dan memandangku dengan tatapan bersalah. “Anio Minho” kataku sambil meninggalkan Minho dan menatap langin malam yang hanya di terangi cahaya bintang. “Hmm” tiba-tiba Minho berlari masuk ke dalam, “ya~~ Minho kau mau kemana?”
“Changkama!!! Jangan ikut masuk!” aku kembali menatap langit yang bertabur bintang, “Eunchae ah lupakan lah yang tadi jika menyinggungmu, Peri Minho akan menghibur dan selalu menemanimu, heheheheh ^^” aku tersenyum melihat Minho memakai sayap makaikat yang terbuat dari kertas dan berdiri di sampingku. “Choi Minho~~~” kataku sambil memegang tangannya. “Ne?”
“Na ddo..., saranghayo ^^” dia tersenyum, kami memejamkan mata dan menikmati alunan musik dari boombox Minho, tak terasa sayap putihku berkembang dan mengeluarkan sinar terang. “Ah~~” langsung ku sembunginya kayapku tadi. “Waeyo Eunchae?” tanya tiba-tiba #merusak suasana.
“Anio, aku lapar, dari tadi kita belum jadi makan” kataku mengalihkan Minho. “Ooo... iya ayo kita makan.”
Eunchae pov end

Di tempat lain dua orang namja berjalan dalam kegelapan dan keputusasaan dalam mencari seorang yeoja, tiba-tiba“Jong~~!! Kau lihat tadi? Dari sebelah sana?” kata Key menarik tangan Jonghyun. “Eh apa?” kata Jonghyun yang tersadar dari lamunannya. “Itu cahaya terang, cahaya yang selalu putri Eunchae keluarkan jika sayapnya mengembang”
“Wah?? Dimana? Aku g liat apa-apa?”

BLETAK

“Makanya jangan melamun terus.” Kata Key kesal. “YA~~! Selalu kau ini sakit babo!” kata Jonghyun sambil mengusap-usap kepalanya yang dijitak sama Key. “Ah~~ miah, ayo kita kesana aku yakin kita semakin dekat dengannya”
“Kebiasaanmu ngga ilang Key, kepedean”
“Aish~~ sudah ikut saja, dari kemarin kau hanya mengeluh kan, sudah ikut denganku saja”
“Ya sudah ayo jalan, segera temukan dia bawa pulang dan kita bebas dari semua beban ini” mereka pun berjalan menuju arah sinar yang Key lihat. Di lain tempat Eunchae tidak menyadari sinarnya tadi membawa para namja berbaju putih tadi menuju kearahnya. “Hmm jagi kau sudah kenyang??” tanya Minho, “Mwo? Jagi?” kata Enchae heran. “YA~~ kau kan sekarang yeojachinguku, masa aku nggak boleh memanggilmu jagi?”
“ahahahahahaha..., mianhae Minho ah, jangan ngambek, aku hanya belum terbiasa dengan sebutanmu itu yeobo”
“Ahahahahaha kau memanggilku yeobo sekarang” mereka tertawa dalam gembira di malam yang semakin sepi dan hanya ditemani terangnya sinar rembulan dan alunan musik.

Minho pov
“Annyeong Jagi..., gimana bobo nya semalam” tanyaku padanya begitu dia keluar dari kamarku, “emmm, nyenyak” katanya sambil tersenyum. “Sedang apa Minho?”
“Aku lagi ngecek persediaan makan kita, sepertinya kita harus belanja, persediaan makanan menipis” kataku sambil melihat dalam lemari tempat aku menyimpan persediaan makanan dan mengintip ke kulkas. “Hmm..., kita akan belanja hari ini?” tanya Eunchae sambil ikut mengintip ke dalam lemari es. “Ne, tapi biar aku saja yang beli, kau diam saja dirumah.”
“Ne~~ aku akan di apartemen saja meraikan apartemenmu bagaimana?”
“Hmm..., ok, aku belaja kau beres-beres, ingat jangan bukakan pintu pada siapapun kecuali aku yach”
“Ne~~ tenang saja, aku nggak akan bukakan pintu untuk siapapn kecuali kamu jagi,”
“Oke haku berangkat sekarang, hati-hati ya, bye!!”
“Iya!!! Hati-hati dijalan Minho ah”. Aku pun berjalan menuju super market. Perasaanku sangat amat senang hari ini, sekarang ada seseorang tempat aku berbagi, sebaiknya cepat ku kenalkan dia pada ibu ku di desa.

BRAK!!!!

“Aduh~~ ” yach aku nabrak orang. “Aduh Mianhae jeongmal Mianhae” kataku sambil berusaha berdiri. “YA~~ kalau jalan pakai mata dong!” kata seorang namja. “YA~ kan aku sudah minta maaf tuan” kataku protes. “sudah-sudah, dia tidak sengaja chingu, ingat tugas kita yang utama” kata namja yang satu lagi dan mereka pergi meninggalkan aku. Aku pun melajutkan perjalananku ke super market, aku membeli beberapa roti, mie dan bahan makanan yang lain. Setelah itu aku pulang. “Ah~~ aduh kenapa ini? Kenapa perasaanku galau?” kataku dalam hati. “Ah.. lapar mungkin sudah cepat sampai apartemen dan masak, Eunchae sudah menungguku.”
Minho pov end

“Di sini”
“Apa?”
“YA~~ Jonghyun, apa kau tak merasakannya?” kata Key yang berdiri di depan pintu sebuah apar temen. “Aha!! Aura angel dari Eunchae” kata Jonghyun semangat, “ne, tumben bener” kata Key sinis. “Ya~~ Key aku nggak sedungu yang kau kira”
“Iya iya mian Jong, ketok pintunya”

TOK TOK TOK

Eunchae pov
Ada yang mengetuk pintu? Siapa ya? Nggak mungkin Minho, dia kan bawa kunci cadangan? Aku intip saja “” Ingat jangan bukakan pintu untuk siapapun kecuali aku” kata-kata Minho terngiang terus di pikiranku. “Aduh ko perasaanku nggak enak, siapa yang mengetuk pintu ya? Apa mungkin bosnya Minho?” Aku memutuskan untuk mengintip seseorang yang yang mengetuk pintu itu. “Ommo, tidak!!” kataku mundur dari pintu, mereka pengawal appaku. “Putri Eunchae!!! Buka pintunya!! Kami tau kau disana!!” teriak seorang namja berbaju putih itu. “Ommo Minho mana? Aku.. aku harus lari kemana? Aku belum kuat jika harus terbang”
“Putri ikutlah dengan kami baik-baik, jangan sampai kami berbuat kasar padamu”
“ANDWAE!!! Pergi kalian!!! Aku tidak mau pulang dengan kalian!!” kataku menjauhi pintu
“Buka paksa Jong,” kata seorang namja, “Ya~~ Key, kau yakin?” jawab namja yang satu lagi. “Kau ingin mati atau membawa dia pulang hah?!”
“Oke oke,”

BRAKKKKK!!!

Tidak, meraka masuk ke apartemen sekarang, apa yang harus aku lakukan? “Jangan mendekat!!” kataku menjauhi mereka. “Ikut kami pulang sekarang!!”
“Ya~~ Key, jangan galak-galak di anak raja” kata seorang namja yang kelihatannya tidak terlalu garang (Jonghyun). “Lah~~ diam kau!! Yang penting bawa dia sekarang” anio... aku ngga mau ikut mereka. Mereka mendekati aku, aku berlari menjauhi mereka terus berusaha sampai akhirnya mereka berhasil mengepungku dan membuat apartemen Minho berantakan. “Berhentilah berlari putri Eunchae, kami tak mau berbuat kasar padamu” kata seorang namja yg berhasil memegang nanganku. “Andwae!! Aku nggak mau pulang” aku berusaha meronta melepaskan diri dari cengkraman pengawal appaku ini. “JANGAN MELAWAN!!!!”
Eunchae pov end

Minho pov
Eunchae pasti sudah bosan menungguku, sebaiknya aku percepat langkahku sekarang. “AHHHHH~~~” hah suara  Eunchae? Pintu apartemenku terbuka? Ada apa ini? Jangan-jangan?? “Eunchae ah~~” aku berlari menuju apartemenku dan aku melihat dua manja  mengepung Eunchae sekarang. “Eunchae!!” mereka melihatku sekarang. “Minho lari” kata Eunchae, tapi itu tak mungkin aku lakukan “Lepaskan dia!!” pintaku pada kedua namja itu. “Cih~~ manusia, bisa apa kau, mau menghalangi kami hah??” kata seorang namja (Key) dan diapun mengulurkan tangannya dan tiba-tiba “AAARRRRGGHHHH” rasanya seperti badan ini tergilas tronton #author LEBAY.
“Ya~~~ hentikan!!! Jangan sakiti dia!” Eunchae menangis dan memohon pada kedua namja itu. “Putri jika kau tak ingin namja ini mati ikutlah dengan kami”
“Arrgh.. hah hah hah.. Eunchae jangan tinggalkan aku, aku mohon” kataku terengah-engah. “Minho ah”
“Bagaimana putri? Semakin lama kau berpikir maka...”
“ARRRGHH!!!” aku tak tahan menahan sakit yang ditimbulkan dari tangan mereka. “Hentikan!!! Kumohon hentikan!!! Lepaskan dia!!” tiba-tiba aku lihat dari tubuh Eunchae keluar sepasang sayap putih yang mengeluarkan cahaya. “Aku ikut kalian tapi lepaskan Minho” katanya sambil terus menatapku sedih, “Eunchae ah... andwae” pintaku padanya. “Mianhae Minho ah, jeongmal mianhae, lebih baik aku pergi dari pada aku melihatmu disiksa, satu hal yang harus kau tau aku sangat mencintaimu Choi Minho” seketika itu juga sebuah sinar terang menyilaukan pandanganku dan Eunchae dan kedua manja itu menghilang. “Eunchae!!!!!!”

###

Hot time naega neoreul nunddeul ttae
All my life ojik neoman gajyeodo dwae
Nal heundeulgo shiyeon jweodo
Injeonghal subakke eopneungeol
Neon hanappunin nae saram

Aku memandangi diriku di kaca dan merapikan pakaianku “Oke siap berangkat kerja” aku berjalan mundur “Ah~~ apa ini?” aku melihat sesuatu yang ku injak. Sehelai bulu putih. “Eunchae~~” kataku miris mengingat yeojachinguku yang sudah menghilang dariku 6 bulan yang lalu.

TRIIIIIING TRIIIIIGGGGG!!!!!!!!
09.00 SKT(South Korea Time)

WUZZZZZZZ

Angin tiba-tiba berhembus kencang dan membuat berkas-berkasku berantakan. “Kejadian ini??” Aku berlari menuju kameraku dan ku cari masih adakan foto itu? Akhirnya ku temuka. Seorang malaikat di langit yang biru “Eunchae ah~~ dimana kau, MISS U jeongma bogoshipoyo” tak terasa air mataku menetes.

Aduh...., gimana? Kurang romantis ya??  =.=

Tetap pesanku bagus tidaknya FF ini kalian yang nilai, hehehehe
So... bagi yg kena tag please don’t be a SILENT READER itu membuatku malas berkarya lagi,,
Ditunggu komen dan like nya ^^

To Eunchae..., sabar-sabar, suatu saat aku nggak akan pisahin kamu dari Minho ko,, tapi ini terispirasi dari MV nya #mian yach klo g sesuai harapan. Tunggu saja lanjutannya ^^

Gumawo m(_ _)m bow 900

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Boleh tau screen cap diatas itu MV lagu apa ya?
Thankss

Posting Komentar